hidden hit counter

Tersingkir dari Liga Champions, Roma Pecat Sang Pelatih

Judi Online TerFavorit

Judi online ini merupakan situs judi bola yang didirikan oleh pendiri kami secara online agar lebih memudahkan para pemain main dimana dan kapan pun saja dan situs ini akan selalu memberikan informasi tentang bola yang menarik bagi para pemain. Beberapa hal yang akan diberikan ini yaitu berita bola, jadwal bola dan hasil prediksi yang akurat semua yang akan kami berikan ini akan selalu terbaru setiap harinya maka dari itu situs ini sudah menjadi salah satu situs yang memiliki banyak peminat dari kalangan indonesia maka dari itu juga kami akan selalu memberikan informasi yang terbaru setiap harinya

AS Roma kini tak lagi dibesut Eusebio Di Francesco. Sang pelatih baru saja dibebastugaskan alias dipecat. Keputusan ini mengemuka tak lama setelah mereka tersisih dari babak 16 besar Liga Champions Eropa. Meski menang di leg pertama dengan skor 2-1, Serigala Roma justru takluk di leg kedua di kandang FC Porto yang membuat mereka kalah agregat dan gagal lolos ke babak perempat final.

Pemecatan Eusebio Di Francesco ini pertama kali mengemuka di laman resmi klub asal kota Roma itu. Sebagaimana dikatakan Bandar Bola Terpercaya klub, James Pallotta, keputusan tersebut diambil karena lebih menaruh pertimbangan pada kepentingan klub ketimbang kepentingan pribadi. Pihak klub pun tak lupa mendoakan untuk perjalanan karier pelatih asal Italia itu selanjutnya.

“Saya berterima kasih kepada Eusebio atas kerja keras dan komitmennya. Sejak dia kembali ke klub, Eusebio selalu bekerja profesional dan menaruh kepentingan klub di atas kepentingan pribadi. Kami mendoakan yang terbaik untuknya,” beber James Pallotta.

Selain tersingkir dari Liga Champions Eropa, keputusan tersebut juga dipicu oleh hasil buruk di pentas domestik dalam satu pekan terakhir. Sebagaimana diketahui Roam juga takluk dari Lazio di pertandingan Serie A. Giallorossi takluk dari Lazio dengan skor telak 0-3. Sementara itu Pallotta masih terus mempermasalahkan tersingkirnya timya dari pentas Liga Champions Eropa. Alih-alih menyalahkan pelatih berusia 49 tahun, Pallotta justru mempermasalahkan keputusan wasit terutama dalam penggunaan teknologi VAR.

Pallotta bahkan merasa dirugikan dengan teknologi tersebut. “Pada musim lalu (Liga Champions 2017-2018) kami meminta VAR untuk digunakan di Liga Champions karena kami sangat kacau di semifinal tahun lalu tersebut. Lalu pada malam ini, kami sudah ada VAR dan tetap saja kami dirampok (dirugikan),” beber Palotta.

Ia pun mengangkat contoh bagaimana kekeliruan di pertandingan saat itu yakni pada pelanggaran terhadap Patrik Schick. Ia meyayangkan wasit yang tak memberikan hadiah penalti atas pelanggaran tersebut. “Patrik Schick sangat jelas dilanggar di dalam kotak penalti (Porto), VAR sudah memperlihatkannya. Akan tetapinya nyatanya itu tak diberikan (hadiah penalti untuk Roma). Saya sudah mulai muak dengan kompetisi ini.

Kami berharap dengan semua hal yang kami berikan ini akan membantusekali bagi para pemain utnuk meraih keuntungan yang besar maka dari itu jika para pemain tidak ingin ketinggalan dengan prediksi terbaru yang akan kami berikan ini kunjungilah selalu situs judionline.co.uk judi bola kami ini

Berita Bola, Jadwal dan Prediksi Bola Terbaru © 2017 Agen Sbobet Resmi